Pada tahap awal rencana pelaksanaan, pemerintah membuka kesempatan kepada sejumlah pihak yang ingin berpartisipasi dalam program tersebut. Dan ternyata, hanya 8 startup saja yang siap bekerja sama dengan pemerintah.
"Jadi perlu saya klarifikasi, ada 8 platform mitra dari prakerja. Dan semua pilihan ada di tangan peserta, jadi tidak ada penunjukan, pengarahan atau harus mengakses bantuan pelatihan di salah satu platform," katanya dalam wawancara dengan CNNIndonesia TV, Kamis (16/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia meminta pemerintah menerangkan alasan-alasan pemilihan sebuah lembaga untuk dilibatkan dalam menyediakan pelatihan di program kartu prakerja. Menurutnya, keterangan dari pemerintah itu dibutuhkan agar program kartu prakerja dapat berjalan sukses.
"Pemerintah diharapkan lebih terbuka dalam menjelaskan alasan-alasan pemilihan suatu lembaga yang direkrut, termasuk keterlibatan Ruangguru," ujar Saleh.
[Gambas:Video CNN]
Maklum, salah satu pendiri perusahaan itu adalah Adamas Belva Syah Devara merupakan Staf Khusus Presiden Joko Widodo. Kritik juga disampaikan oleh politikus Partai Demokrat Rachland Nashidik.
Ia menilai pemerintah tidak transparan dalam menentukan 8 startup yang jadi mitra program kartu prakerja. Pasalnya, pelibatan dilakukan tanpa ada lelang atau sayembara yang jelas.
"Jelas tidak ada transparansi dan akuntabilitas dalam prosesnya," kata Rachland