Sri Mulyani menyebutkan beberapa negara memproyeksi kenaikan tingkat pengangguran ke level dua digit tahun ini. Bendahara negara itu mencontohkan Amerika Serikat (AS) yang meramalkan tingkat pengangguran naik dari 3,7 persen tahun lalu ke kisaran 10 persen.
"(Tingkat pengangguran) AS (diprediksi) 10 persen bahkan ada yang mengestimasi 15 hingga 20 persen. Ini tingkat penganguran terbesar kalau dibandingkan sejarah dunia ketika depresi ekonomi," tutur Sri Mulyani dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (17/40).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Indonesia sendiri, Sri Mulyani memperkirakan wabah corona akan menambah jumlah pengangguran 2,9 juta hingga 5,2 juta orang dalam skenario terberat.
Pada awal pekan ini, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan B Satrio Lelono mencatat jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan sudah mencapai 2,8 juta karena wabah corona.
"Mari bergotong royong secara nasional untuk mempertahankan capaian pembangunan dan memanfaatkannya untuk melakukan lompatan demi kemajuan," katanya.
Sebagai informasi, sejumlah perusahaan sekarang sedang mengalami tekanan hebat akibat penyebaran wabah virus corona. Tekanan hebat salah satunya dialami oleh pengusaha di sektor perhotelan.
Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyebut 1.266 hotel tutup karena penyebaran wabah tersebut. Dari situasi itu, ada lebih dari 150 ribu karyawan yang terdampak.
[Gambas:Video CNN]
(aud/sfr)