Mengutip Antara, Senin (20/4), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei tumbuh tipis 26 sen atau 0,9 persen ke posisi US$20,08 per barel. Dalam sepekan terakhir, harga minyak Brent turun hampir 11 persen.
Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun US$1,60 atau 8,1 persen menjadi US$18,27 per barel. Harga minyak WTI sudah merosot nyaris 20 persen dalam sepekan terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Produksi Migas Bisa Meleset Tertekan Corona |
Diketahui, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutu yang dipimpin Rusia, yang dikenal sebagai OPEC+, sepakat memangkas pasokan minyak dunia.
"Jika lebih banyak negara berencana membuka pelonggaran dan mengembalikan kondisi normal, hal itu dapat membantu harga minyak dibantu oleh pemotongan pasokan OPEC+ yang dimulai," kata analis FXTM Han Tan.
Namun demikian, harga minyak tetap mendapatkan tekanan dari anjloknya permintaan. Analis memprediksi permintaan berkurang tajam hingga 30 persen akibat pandemi corona.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/bir)