"Pertamina melalui PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) akan melakukan pengeboran 44 sumur di tahun 2021," kata VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman, Selasa (21/4).
Saat ini, perseroan sedang melakukan persiapan program pengeboran termasuk pengadaan logistik, rig dan crew untuk memastikan PHR dapat langsung melakukan pengeboran, segera setelah proses alih transisi selesai pada Agustus 2021.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, laju penurunan produksi Blok Rokan terjadi secara alamiah mengingat blok itu tergolong tua karena telah beroperasi lebih dari 50 tahun. Terlebih, tahun lalu, tidak ada pengeboran sumur baru sehingga laju penurunan produksi Blok Rokan diprediksi sekitar 25 persen.
Selain pengeboran sumur baru, perseroan juga akan berusaha meningkatkan produksi Blok Rokan melalui optimasi pengembangan lapangan-lapangan produksi baik melalui kegiatan Primary, Secondary / Waterflood maupun Tertiary Recovery (Steamflood dan Chemical EOR).
[Gambas:Video CNN]
"Investasi dalam keseluruhan lingkup pekerjaan tersebut guna menahan laju penurunan alamiah dan menaikkan produksi dengan meningkatkan recovery factor lapangan. Dengan investasi yang terintegrasi tersebut diharapkan akan memberikan pengaruh yang signifikan pada pendapatan pemerintah dan Pertamina," jelas Fajriyah.
Sebagai informasi, Blok Rokan memiliki luas 6.220 kilometer. Blok ini memiliki 96 lapangan dengan tiga lapangan memiliki potensi minyak yang baik, yaitu Duri, Minas dan Bekasap.
Dengan dikelolanya Blok Rokan oleh Pertamina mulai 9 Agustus 2021 mendatang, konstribusi produksi minyak perseroan terhadap nasional meningkat dari 48 persen di tahun 2019 menjadi 60 persen di tahun 2021.