Dalam cuitannya, Selasa (21/4), Trump menginstruksikan Sekretaris Departemen Energi dan Keuangan merumuskan rencana penyediaan dana guna membantu perusahaan minyak dan gas.
Trump tidak memberi penjelasan lebih rinci, namun menjelaskan tujuan agar perusahaan dan pekerja aman dalam jangka waktu yang panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontrak minyak untuk Juni anjlok 25 persen, sementara minyak mentah Brent yang menjadi patokan dunia anjlok 20 persen.
Industri gas dan minyak di AS lebih berharap mendapat akses fasilitas pinjaman darurat yang dibuat pemerintah federal untuk membantu pebisnis ke luar dari krisis.
CEO API Mike Sommers mengatakan kepada CNN.com bahwa industri ingin memastikan perusahaan memiliki akses likuiditas untuk bertahan di saat krisis.
Gelagat Trump menerima saran tersebut justru berkebalikan dengan pandangan analis energi dan pejabat industri yang memeringatkan kilang minyak AS tidak berjalan dengan minyak serpih (shale oil) AS semata.
Mereka membutuhkan dosis minyak berat yang sehat dari luar negeri untuk menghasilkan bahan bakar jet, bensin, dan diesel.
"Satu hal yang kami khawatirkan adalah segala jenis blokade minyak yang masuk ke AS," ujar Sommers.
[Gambas:Video CNN]
(nva/bir)