Perhitungan tersebut berasal dari total biaya pelatihan program kartu prakerja yang dianggarkan sebesar Rp5,6 triliun. Anggaran itu, kata Nailul, bila dibagi rata ke delapan platform masing-masing Rp700 miliar.
Jumlah tersebut belum dikurangi biaya pembuatan video program, yang diperkirakan Nailul sebesar Rp243 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Nailul, pelatihan online dari kartu prakerja tidak inklusif dan menguntungkan aplikator penyedia pelatihan online. Selain itu, pembelajaran jarak jauh belum mampu dijalankan di semua daerah.
Delapan mitra platform yang bekerja sama dengan pemerintah dalam program kartu prakerja, antara lain Tokopedia, Ruang Guru, Mau Belajar Apa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijar Mahir, dan Kemnaker.go.id.
Airlangga menuturkan berbagai jenis pelatihan itu bisa dipilih oleh peserta yang terpilih masuk gelombang pertama. Dalam hal ini, total peserta gelombang awal sebanyak 200 ribu orang.
Ia menjelaskan peserta yang masuk di gelombang pertama akan mendapatkan notifikasi. Kemudian, peserta akan mendapatkan sertifikasi secara elektronik usai mengikuti pelatihan.
Setelah peserta selesai mengikuti pelatihan pertama, maka dana insentif akan dikirimkan ke masing-masing rekening peserta. Lalu, peserta akan mendapatkan insentif pasca pelatihan sebesar Rp600 ribu selama empat bulan.
[Gambas:Video CNN]
(age/bir)