"Kami jaga jangan sampai orang sengaja memacetkan dan membangkrutkan dirinya sendiri," ujar Sri Mulyani saat jumpa pers melalu siaran langsung akun Instagram Sekretariat Kabinet, Rabu (22/4).
Sektor keuangan diketahui menerapkan kebijakan restrukturisasi kredit dan pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terkena dampak wabah itu. Keringanan itu juga diberikan kepada sopir ojek online (ojol) dan sopir taksi untuk kredit kendaraan bermotor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, debitur yang memiliki rekam jejak baik berdasarkan ketepatan waktu membayar cicilan.
"Artinya, mereka yang selama ini comply (patuh) terhadap akad kreditnya," lanjutnya.
[Gambas:Video CNN]
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyatakan bakal bekerja sama dengan kejaksaan dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengawasi prosesnya secara detail. Ia juga mempersilakan bagi masyarakat umum untuk ikut mengawasi.
"Memang ini menyangkut puluhan juta dari para kreditur yang berada di berbagai ratusan lembaga-lembaga keuangan. Ini akan menjadi sesuatu yang sangat-sangat menantang di dalam implementasinya," ucap Sri Mulyani.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan tambahan alokasi belanja dan pembiayaan dalam APBN 2020 sebesar Rp405,1 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp150 triliun disalurkan untuk program pemulihan ekonomi nasional, termasuk restrukturisasi kredit dan pembiayaan UMKM.