Stimulus ini diajukan oleh Presiden AS Donald Trump dan telah disetujui DPR AS pasca-perdebatan panjang antara kubu Demokrat dan Republik sejak paket bantuan pertama bernilai US$2,2 triliun atau Rp34.100 triliun.
Mengutip AFP, Jumat (24/4), stimulus baru ini disepakati karena jumlah pekerja yang mengajukan tunjangan pengangguran meningkat 4,4 juta orang menjadi 26,4 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai hari ini, Jumat (24/4) pukul 06.30 WIB setidaknya ada 866.646 kasus positif virus corona di AS. Dari jumlah itu, sebanyak 79.938 orang sembuh dan 49.759 orang meninggal dunia.
[Gambas:Video CNN]
Dilema Bisnis
Survei CBS News melansir 63 persen warga AS mengaku khawatir dengan rencana pembukaan aktivitas usaha usai kebijakan lockdown dicabut. Mereka khawatir kasus pasien terinfeksi penyakit covid-19 kembali meningkat bila kegiatan bisnis dilakukan tanpa tahapan.
Trump pun mengkritik sejumlah pemimpin negara bagian yang mempertimbangkan hal itu. Salah satunya Gubernur Georgia Brian Kemp yang akan mengizinkan bisnis salon, tato, hingga pusat kebugaran beroperasi lagi mulai hari ini.
Mereka lebih memilih pembatasan tetap dilakukan, meski akan menekan perekonomian. Sementara, sekitar 13 persen masyarakat AS menyetujui pembukaan pembatasan. (uli/bir)