"Saya mampu jelaskan dari neraca pangan nasional kita, kita memiliki neraca yang cukup bagus, dapat dikatakan terkendali baik dan cukup tersedia," ujar Syahrul dalam konferensi pers, Minggu (26/4).
Syahrul mengungkapkan, berdasarkan data yang diklaim sudah divalidasi sampai ke daerah, stok beras akan surplus sekitar 8,3 juta ton dalam skenario optimis. Sumbernya berasal dari carry over stok beras Februari sebesar 3,5 juta ton ditambah produksi yang mencapai 12,4 juta ton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam skenario pesimistis, stok beras diklaim masih akan berlebih sekitar 6 juta ton pada akhir Mei. Dari sisi pasokan, carry over pasokan 3,5 juta ton ditambah produksi sebesar 11,2 juta ton menjadi 14,7 juta ton. Di sisi lain, kebutuhan beras selama Februari-Maret diperkirakan 8,3 juta ton.
"Kalau begitu, bulan puasa dan Idul Fitri semua dalam kendali yang cukup aman," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi), meminta jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju untuk menjamin ketersediaan stok bahan pangan jelang ramadan. Tak hanya itu, ia juga meminta agar harga bahan pangan terkendali.
"Pastikan bahwa distribusi logistik, kelancaran produksi itu betul-betul tidak ada hambatan di lapangan," ujar Jokowi awal pekan lalu.