Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Panji Winanteya Ruky mengatakan masing-masing kementerian/lembaga saat ini memiliki data masyarakat yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), pekerja yang dirumahkan, dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdampak penyebaran virus corona.
"Kami dapat data dari kementerian/lembaga mengenai tenaga kerja yang terkena PHK, dirumahkan, dan pelaku UMKM. Ini mereka dapat kuota khusus untuk didahulukan," ujarnya dalam video conference, Senin (27/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pendaftar Kartu Prakerja Tembus 8 Juta Orang |
"Ada bagian untuk masyarakat umum, mungkin kecil. Mayoritas adalah mereka yang didata oleh kementerian/lembaga," terang Panji.
Hal yang penting, kata Panji, calon pendaftar Program Kartu Prakerja harus memiliki beberapa syarat yang ada di laman resmi prakerja.go.id. Syarat yang dimaksud adalah calon peserta merupakan warga negara Indonesia (WNI), minimal berusia 18 tahun, dan tidak sedang menempuh pendidikan formal.
Secara keseluruhan, pemerintah akan menyalurkan kartu prakerja kepada 5,6 juta orang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) serta pekerja informal yang pendapatannya tertekan akibat penyebaran virus corona.
Total anggaran yang dialokasikan untuk Program Kartu Prakerja sebanyak Rp20 triliun. Dana itu digunakan untuk biaya pelatihan sebesar Rp5,6 triliun, dana insentif sebesar Rp13,45 triliun, dana survei Rp840 miliar, dan dana project management office (PMO) Rp100 juta.
[Gambas:Video CNN]
(aud/bir)