Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menuding kegiatan lelang di atas HET tersebut menjadi salah satu penyebab harga gula eceran di masyarakat tembus hingga Rp17 ribu per Kg.
"Ada beberapa temuan hasil kerja sama dengan Kabareskrim, terjadi lelang harga (gula) Rp12.900 per kg, sehingga harga di distributor menjadi Rp15 ribu per kg dan agen di pasaran menjadi Rp17 ribu per kg," tegas Agus, Selasa (28/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CNNIndonesia.com telah mengubungi Direktur Umum PTPN Seger Budiarjo untuk mengkonfirmasi temuan Kemendag dan Bareskrim tersebut. Namun, sampai berita diturunkan yang bersangkutan belum menjawab.
Ritel
Sebagai informasi, harga gula pasir sejak beberapa bulan belakangan ini merangkak naik. Data pantauan Kemendag dari 223 pasar pada akhir pekan lalu mencatat, harga rata-rata nasional gula pasir Rp18.300 per kg.
Harga tersebut lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dipatok Rp12.500 per kg. Harga gula naik 4,57 persen dibandingkan bulan lalu yang Rp17.500 per kg. Untuk menstabilkan harga gula di masyarakat, Agus menyebut pemerintah akan menggelontorkan 160 ribu ton kepada pelaku ritel modern yang dinilai mampu mengecerkan harga gula sesuai HET.
Dengan demikian, ia meyakini pemerintah tak perlu menaikkan HET menjelang lebaran. Ia juga menekankan bahwa HET yang dipatok pemerintah masih jauh dari harga produksi.
"Kami menugaskan langsung ke ritel modern, minta distributor mereka karena perlu packing (gula curah) dari 5 kg ke 1 kg," pungkasnya.
Sekadar informasi, PTPN II merupakan BUMN agribisnis yang menghasilkan minyak sawit mentah (CPO), inti sawit, RSS, gula, tetes, dan tembakau.
[Gambas:Video CNN]
(wel/bir)