Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra mengatakan kondisi industri penerbangan saat ini menjadi momentum tepat untuk melakukan negosiasi harga. Ia menengarai harga sewa pesawat saat ini terlalu tinggi.
"Contoh 777 (Boeing 777) kami bayar setiap bulan US$1,6 juta. Kami sudah negosiasi dari lama, hari ini kami punya kesempatan bagus untuk negosiasi karena harga pasar hanya US$800 ribu per bulan," ujarnya dalam rapat virtual dengan Komisi VI, Rabu (29/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan dengan kode saham GIAA itu juga tengah mengkaji restrukturisasi utang jatuh tempo senilai US$500 juta, setara Rp7 triliun (mengacu kurs Rp14 ribu). Utang denominasi dolar AS tersebut akan jatuh tempo pada Juni 2020.
"Kami ada sedikit masalah, mungkin publik juga tahu kalau kami ada jatuh tempo sekitar US$500 juta sehingga kami butuh bantuan keuangan relaksasi dari perbankan," ujarnya.
Ia memprediksi pengurangan penumpang makin drastis lantaran Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.
"Penurunan ini kami lihat terus sampai Mei, dan makin drastis menjelang Lebaran," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/age)