Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman mengatakan pelatihan ini bisa diikuti oleh seluruh koperasi, pelaku UKM, dan pengusaha ultra mikro di seluruh Indonesia.
Namun, pemerintah akan memberikan prioritas kepada mereka yang berada di wilayah zona merah karena penyebaran virus corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah menargetkan ada 2 juta peserta yang mengikuti pelatihan ini. Kemudian, satu kelas bisa diisi oleh 500 peserta.
"Kami harap semakin banyak lagi pemilik usaha mikro dan kecil yang ikut," tuturnya.
"Setelah diisi ada respons dari WhatsApp atau e-mail untuk memberikan informasi bahwa peserta bisa mengakses pelatihan itu," terang Arif.
Menurutnya, program ini sebenarnya bukan barang baru. Arif menjelaskan pelatihan kepada pelaku UKM, koperasi, dan ultra mikro sudah dilaksanakan setiap tahun. Namun, kali ini skemanya dilakukan secara online.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan jenis pelatihan yang akan diberikan bakal mengikuti dinamika yang terjadi di lapangan.
"Pelatihan nanti diarahkan supaya mereka bisa banting setir untuk melakukan bisnis baru," imbuh Teten.
Pelatihan lainnya, tambah Teten, antara lain kewirausahaan dan keuangan berbasis digital. Dengan berbagai jenis pelatihan ini, ia berharap kemampuan dan keterampilan pelaku UKM, ultra mikro, dan koperasi meningkat.
[Gambas:Video CNN]
(aud/bir)