Berdasarkan data Himpunan Bank-bank Negara (Himbara), dari 832 ribu nasabah yang mendapatkan keringanan kredit, sebagian besarnya mengalir ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebanyak 801 ribu nasabah.
Sedangkan sisanya 30 ribu nasabah merupakan nasabah non-UMKM, seperti segmen konsumen dan wholesale.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data yang dikantonginya menyebut BRI mendominasi restrukturisasi kredit. Yakni, diberikan kepada 639,61 nasabah dengan nilai total restrukturisasi Rp57.73 triliun.
Diikuti oleh Bank Mandiri sebesar Rp19,03 triliun kepada 63.202 nasabah, BNI sebesar Rp39,44 triliun kepada 50.505 nasabah, dan BTN sebesar Rp4,5 triliun kepada 24.730 nasabah.
Lihat juga:Iuran BPJS Januari-Maret Tetap Dihitung Naik |
"Pada prinsipnya, aturan kami, setelah mapping (memetakan), kami tanya kondisi debitur karena belum tentu semuanya perlu relaksasi. Lalu, isi form dan mereka foto untuk ditandatangani sebagai dasar kami untuk memproses itu," imbuh dia.
BNI, sambung dia, berupaya semaksimal mungkin menjaga moral hazard dalam program relaksasi dalam rangka covid-19 ini. Jangan sampai, debitur yang tidak terdampak ikut memanfaatkan stimulus ekonomi.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Heri Gunardi bilang beberapa skema relaksasi yang disiapkan yaitu penundaan pembayaran pokok utang, penundaan bunga, perpanjangan tenor atau jangka waktu kredit, hingga perubahan angsuran.
"Agar debitur bisa bertahan hidup dan bisa melakukan operasional terbatas, bayar gaji karyawan," terang dia.
[Gambas:Video CNN]
(uli/bir)