"THR sekarang sedang saya hitung-hitung, doakan. Manajemen melihat PHK adalah solusi terakhir. Kami sepakat dengan karyawan," ujar Direktur Utama AirAsia Indonesia Veranita Yosephine Sinaga, Senin (4/5).
Ia mengatakan perusahaan melakukan pemotongan gaji ke berbagai tingkat jabatan, termasuk kepada dirinya sendiri. Pemotongan dilakukan dengan jumlah yang berbeda-beda, namun lebih besar dibebankan ke karyawan dengan jabatan tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada yang bekerja dari rumah, ada yang diistirahatkan, mereka di rumah tanpa dapat salary (gaji)," katanya.
Kendati begitu, Vera mengklaim maskapai asal Malaysia itu akan terus berusaha memberi perhatian kepada karyawan. Salah satunya dengan mengajukan insentif kepada pemerintah.
Tak ketinggalan, katanya, perusahaan tetap memastikan kondisi kesehatan karyawan. Caranya dengan menerapkan protokol kesehatan nasional bila karyawan harus mengudara karena layanan kargo yang masih berjalan.
Sebelumnya, Tony Fernandes mengumumkan grup perusahaan melakukan penawaran pengurangan jam kerja kepada karyawan dengan porsi 15 persen sampai 75 persen. Pengurangan waktu kerja tersebut akan dibagi berdasarkan tingkat senioritas.
Hal ini dilakukan karena sebanyak 96 persen armada AirAsia tidak akan beroperasi sementara waktu. Artinya, perusahaan tidak akan mengantongi pendapatan.
Sementara, perusahaan masih memiliki kewajiban finansial yang harus dipenuhi, seperti pasokan bahan bakar dan agen penyewaan pesawat. Namun, ia mengaku akan berusaha untuk mempertahankan seluruh karyawannya.
[Gambas:Video CNN]
(uli/sfr)