"Di dalam sidang kabinet tadi pagi, jumlah penerbangan dari 79 ribu sekarang tinggal 70 penerbangan," ungkap Sri Mulyani dalam video conference, Senin (4/5).
Menurut Sri Mulyani, jumlah penerbangan yang dibatalkan baru-baru ini mencapai sekitar 200 ribu penerbangan. Situasi ini otomatis akan berdampak negatif terhadap kondisi keuangan seluruh perusahaan penerbangan di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Sri Mulyani menyatakan industri penerbangan telah kehilangan pendapatan sebesar Rp207 miliar di tengah wabah virus corona. Ini terjadi lantaran banyak masyarakat yang membatalkan jadwal penerbangan karena khawatir tertular virus corona.
"Sektor layanan udara kehilangan pendapatan Rp207 miliar dengan Rp48 miliar disumbang oleh penerbangan dari dan ke China," ujar Sri Mulyani.
Ia menambahkan bahwa tingkat okupansi kamar hotel di Indonesia anjlok hingga 50 persen. Bahkan, tingkat okupansi di beberapa hotel melorot hingga 90 persen.
"Di beberapa hotel justru turun 90 persen dari 6.000 hotel di Indonesia," pungkas Sri Mulyani.
[Gambas:Video CNN]
(aud/bir)