Mengutip informasi pada akun Instagram resmi Kemensos, @kemensosri disebutkan jika masyarakat dapat melaporkan permasalahan itu melalui nomor WhatsApp 0811 10 222 10. Selain itu, masyarakat dapat mengirimkan email ke alamat [email protected].
Kemensos menjelaskan nomor layanan WhatsApp tersebut tidak menerima telepon, hanya pesan saja. Selain itu, layanan tersebut tidak ditujukan untuk pendaftaran penerima bansos Kemensos.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Sosial menyalurkan bantuan kepada keluarga penerima manfaat yang sudah terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan pemerintah daerah di luar Jabodetabek.
"Siapa yang menerima adalah seluruh seluruh keluarga yang ada di dalam data terpadu kami, yang belum terima bansos seperti PKH (Program Keluarga Harapan), BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), ataupun nanti Kartu Prakerja," kata Menteri Sosial Juliari Batubara belum lama ini.
"BLT yang di luar itu semua, saya sudah lihat angkanya 9 juta, tapi sepertinya tidak sampai," tuturnya.
Selain BLT, Kemensos juga memberikan paket sembako senilai Rp600 ribu per bulan yang diberikan secara 'cuma-cuma' kepada masyarakat yang tinggal di wilayah Jabodetabek. Paket sembako akan diberikan per KK selama tiga bulan.
Tercatat, setidaknya 2,5 juta jiwa atau 1,2 juta KK di DKI Jakarta dan 1,6 juta atau 576 ribu KK di Bodetabek yang akan mendapat paket sembako ini.
[Gambas:Video CNN]
Pemerintah sendiri menyiapkan dana senilai Rp110 triliun untuk insentif perlindungan sosial bagi masyarakat di tengah pandemi corona. Dari dana tersebut, sekitar Rp25 triliun untuk program paket sembako bagi masyarakat.
Sisanya, untuk Program Kartu Sembako mencapai Rp20 triliun, Kartu Prakerja Rp20 triliun, dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Selain itu, pemerintah menggratiskan tagihan listrik untuk pelanggan berdaya 450 VA sebanyak 24 juta pelanggan dan diskon 50 persen bagi 7 juta pelanggan 900 VA bersubsidi. Pemerintah juga memberikan insentif perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah mencapai 175 ribu unit rumah.