Dalam surat yang mereka tujukan kepada IMF, Bank Dunia, dan Paris Club yang dirilis pada Senin (4/5), Presiden Institute for International Finance (IIF) Tim Adams memang memuji langkah yang diambil organisasi tersebut.
Namun, mereka menyoroti tantangan yang akan dihadapi terkait keputusan tersebut. Menurut Adam, ada kekhawatiran penghentian pembayaran utang negara miskin dapat menyebabkan lembaga pemeringkat kredit menurunkan rating utang negara miskin tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengacu data IIF, 76 negara miskin telah memenuhi syarat pinjaman utang sebesar US$30 miliar, termasuk US$13 juta untuk kreditor swasta. Negara-negara G20 memperkirakan penangguhan pembayaran utang akan membuat dana US$ 20 miliar dalam likuiditas tersedia untuk 76 negara tersebut.
[Gambas:Video CNN]
(jal/agt)