Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertama yang masih tumbuh prima adalah jasa keuangan dan asuransi sebesar 10,67 persen pada kuartal I 2020. Laju tersebut lebih tinggi dari kuartal I 2019 yang hanya 7,23 persen.
"Kinerja jasa keuangan memang masih bagus pada kuartal I. Dari sisi profitabilitas masih bagus. Kredit bermasalah (NPL) juga nggak ada masalah," ujar Ekonom PT Bank Central Asia David Sumual kepada CNNIndonesia.com, Selasa (5/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga, bidang usaha informasi dan komunikasi yang melaju dari 9,06 persen menjadi 9,81 persen. Hal ini, kata David, tak lepas dari kebijakan bekerja di rumah yang membuat permintaan layanan internet meningkat.
Terakhir, bidang usaha jasa pendidikan yang tumbuh 5,89 persen, sedikit di atas periode yang sama tahun lalu 5,64 persen.
Kendati demikian, porsi keempat lapangan usaha itu hanya satu digit dalam kue perekonomian. Rinciannya, jasa keuangan dan asuransi memiliki porsi 4,7 persen. Lalu, jasa kesehatan dan kegiatan sosial konstribusinya cuma 1,2 persen.
Di sisi lain, mayoritas lapangan usaha penopang ekonomi tumbuh melambat. Pertumbuhan sektor industri merosot dari 3,85 persen menjadi 2,06 persen. Padahal, bidang usaha ini merupakan penopang terbesar perekonomian dengan porsi 19,98 persen.
Penopang terbesar kedua, bidang usaha perdagangan juga lajunya seret dari 5,21 persen menjadi 1,6 persen. Sementara, porsinya sebesar 13,2 persen.
Pertumbuhan bidang usaha pertanian juga merosot dari 1,82 persen menjadi hanya 0,02 persen. Adapun kontribusinya sebesar 12,84 persen.
Tak ayal, pertumbuhan ekonomi sepanjang kuartal I 2020 hanya 2,97 persen atau merosot dari periode yang sama tahun lalu, 5,07 persen.
[Gambas:Video CNN]
(sfr/bir)