Mengutip Antara, Rabu (6/5), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli naik US$3,77 atau 13,86 persen ke posisi US$30,97 per barel. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik US$4,17 atau 20,45 persen ke US$24,56 per barel.
Reli ini memperpanjang kenaikan minyak mentah Brent menjadi enam hari berturut-turut. Sementara patokan WTI kini menguat selama lima sesi perdagangan berturut-turut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Data Pertumbuhan Diramal Tekan IHSG |
Pelonggaran itu sejalan dengan pengurangan produksi. Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu seperti Rusia atau OPEC+ memangkas produksi 9,7 juta barel per hari di Mei dan Juni.
[Gambas:Video CNN]
Imbasnya, ekspor minyak mentah Arab Saudi pada Mei diperkirakan turun menjadi sekitar 6 juta barel per hari. Jumlah itu merupakan terendah dalam hampir satu dekade.
Namun, Kepala Eksekutif Vitol Russell Hardy memprediksi permintaan puncak minyak akan terkikis secara permanen. Permintaan minyak global merosot 26 juta menjadi 27 juta barel per hari pada April. (ulf/agt)