Sekitar Rp856,8 triliun akan dipenuhi dari lelang utang di pasar domestik dan luar negeri, penerbitan SBN ritel, private placement, serta penerbitan surat utang berdenominasi rupiah dan valuta asing.
"Terdiri dari SBN valas Rp132 triliun, SBN ritel diperkirakan Rp60 triliun, private placement Rp10 triliun, sisanya dari lelang SBN dua mingguan dan SUN konvensional serta sukuk," kata Ani, panggilan akrabnya, dalam rapat virtual dengan Komisi XI DPR, Rabu (6/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengestimasi dari kebutuhan penerbitan utang Rp856,8 triliun, pemerintah mengestimasikan Bank Indonesia (BI) setidaknya bisa membeli surat utang berkisar Rp106 triliun sampai Rp242 triliun. Proyeksi ini merujuk pada kapasitas pasar pada 2018-2019.
"Saat ini, kami dalam koordinasi intensif dengan BI," katanya.
Sebagai gambaran, pemerintah sudah melakukan beberapa kali lelang penerbitan surat utang dalam rangka pemenuhan kebutuhan pandemi corona. Dari hasil lelang, setidaknya imbal hasil (yield) yang ditawarkan sebesar 7 persen sampai 8 persen.
[Gambas:Video CNN]
(uli/bir)