Menteri Sosial Juliari Batubara mengatakan pihaknya juga menggunakan data yang dimasukkan oleh pemerintah daerah.
Artinya, Kementerian Sosial juga memberikan kelonggaran kepada seluruh pemerintah kabupaten untuk memasukkan atau memberiukan data keluarga yang terkena dampak virus corona di wilayah mereka masing-masing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan selain yang sudah masuk dalam DTKS, virus corona juga sudah berdampak ke masyarakat yang tidak masuk dalam data tersebut. Penduduk tersebut sebenarnya tidak miskin.
Namun, virus corona telah mengakibatkan mereka jatuh miskin.
[Gambas:Video CNN]
"Atau yang saya sebut miskin kagetan. Ini perlu ada pencarian data dan verifikasi data kemudian baru dipastikan mereka perlu dapat bantuan. Sesuai arahan presiden diperhatikan betul kelompok masyarakat yang mendadak menjadi miskin ini," katanya.
Sebagai informasi, pemerintah memutuskan untuk menggelontorkan bantuan sosial bagi masyarakat demi membantu mereka menghadapi tekanan ekonomi akibat virus corona.
Bantuan sosial yang mereka sebut non reguler tersebut berbentuk bahan pokok dan bantuan langsung tunai (BLT).
Besaran BLT mencapai Rp600 ribu per keluarga per bulan. Bantuan rencananya diberikan selama tiga bulan. Juliari mengatakan sampai dengan saat ini beberapa bantuan sudah disalurkan.
"Tahap pertama sudah diselesaikan beberapa hari lalu. Di Jakarta sudah selesai semua," katanya.