Dilansir CNNInternational, persentase orang yang kehilangan pekerjaan di China mencapai 5,9 persen pada Maret. Persentase ini mengalami penurunan dari jumlah pengangguran 6,2 persen, satu bulan sebelumnya.
Angka itu berarti lebih dari 27 juta orang kehilangan pekerjaan mengacu kalkulasi data pemerintah dalam periode tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru Bicara Biro Statistik Nasional China Mao Shengyong tak memungkiri pasar tenaga kerja berada dalam tekanan. Namun, mereka menegaskan lapangan kerja masih tetap stabil di tengah pandemi covid-19.
"Meskipun virus corona berdampak parah, tetapi tidak ada PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) besar-besaran di negara ini," kata Mao dalam sesi konferensi pers baru-baru ini.
Kompetisi untuk para pencari kerja pun akan semakin rumit. Mereka yang berstatus pengangguran akan bersaing dengan mereka yang baru lulus dari perguruan tinggi.
"Aku merasa sedih tetapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Saya rasa tidak ada seorangpun yang bisa," ujar Wang yang sebelumnya bekerja di perusahaan teknologi.
Sementara itu, Andrea Yao (22 tahun) mengaku sudah berencana untuk bekerja menjadi seorang jurnalis begitu lulus dari universitas.
"Jelang lulus saya berpikir untuk menjadi seorang jurnalis tapi tahun ini sangat sulit," keluhnya.
[Gambas:Video CNN]
(jal/sfr)