Secara rinci, sebanyak 1.000 WNI tiba di Terminal 3 bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu (10/5) dan 600 lainnya telah lebih dulu tiba pada Kamis (7/5). Jumlah ini naik dari rata-rata kepulangan pada 1-2 minggu sebelumnya di kisaran 300 hingga 400 WNI per hari.
Secara keseluruhan, operator bandara milik Kementerian BUMN itu mencatat sebanyak 25 ribu WNI tiba di Indonesia dengan mayoritas atau sebanyak 10 ribu orang berstatus TKI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan meningkatnya jadwal penerbangan repatriasi WNI, Febri mengatakan pihaknya melakukan peningkatan protokol kesehatan. Salah satu menerapkan konsep layanan first in, first out (FIFO) bagi penerbangan repatriasi yang baru mendarat.
"Penumpang yang tiba belakangan akan turun dari pesawat dan diarahkan terlebih dahulu menuju holding room (ruang tunggu) sebelum memproses kedatangan," kata Febri.
Lihat juga:Syarat Boleh Terbang dari Lion Air |
Kepala KKP Soekarno-Hatta Anas Ma'ruf merinci, petugas di bandara Internasional Soekarno-Hatta di Terminal 2 dan 3 serta di UGD Kantor Induk berjumlah 48 orang per shift. Pada Jumat (15/5) mendatang, sebanyak 12 personel akan ditambahkan menjadi 60 orang dalam satu shift kerja.
Sebelumnya, AP II juga mengungkap tiga dokumen wajib calon penumpang yang hendak melakukan perjalanan yaitu tiket, surat keterangan bebas covid-19, dan surat pengantar dari kantor atau aparat setempat.
Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin menjelaskan alur protokol kesehatan buat penumpang pesawat di Bandara Soekarno Hatta. Ia mengatakan ketiga dokumen mesti sudah disiapkan sebelum mencapai bandara.
Awaluddin mengatakan surat kesehatan harus disiapkan bersamaan atau sebelum pembelian tiket. Surat itu merupakan prasyarat wajib bagi penumpang sebelum melakukan pembelian tiket pesawat.
"Kami ingin menegaskan kepada calon penumpang pembelian tiket harus menyertakan surat keterangan sehat bebas covid-19. Itu syarat untuk beli tiket," tandasnya.
[Gambas:Video CNN]
(aud/bir)