Ani, panggilan akrab Sri Mulyani, menyebut meluasnya penerapan PSBB di berbagai daerah pada kuartal II 2020 akan menyebabkan perlambatan ekonomi lebih dalam dari kuartal I.
Sebagai catatan, pertumbuhan ekonomi kuartal I anjlok ke posisi 2,97 persen dari posisi sebelumnya pada kuartal IV 2019 yaitu 4,9 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara itu, defisit tercatat sebesar Rp76,4 triliun atau 0,45 persen terhadap PDB," ucap Ani.
Makanya, ia mengungkapkan pemerintah rutin setiap minggu mengevaluasi kebijakan pemulihan ekonomi dari dampak wabah virus corona.
Sementara itu, untuk mengurangi dampak penyebaran virus corona, pemerintah telah menyiapkan penambahan alokasi belanja sebesar Rp405,1 triliun. Dana itu digunakan untuk memberikan insentif di sektor kesehatan, penambahan bantuan sosial kepada seluruh masyarakat yang terdampak, insentif untuk pelaku usaha, dan pemulihan ekonomi.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan pihaknya berupaya untuk menstabilkan rupiah yang terus terkoreksi sejak awal tahun, mengendalikan inflasi, dan melakukan koordinasi dengan pemerintah serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk menentukan bauran kebijakan demi menjaga ekonomi dalam negeri.
"Bauran kebijakan BI terdiri dari beberapa aspek penting, yaitu penurunan suku bunga menjadi 4,5 persen, penurunan suku bunga secara konsisten dengan perkiraan inflasi rendah dan terkendali," papar Perry.
[Gambas:Video CNN]
(wel/age)