Salah satunya adalah perusahaan yang memiliki pengaruh besar terhadap hajat hidup masyarakat.
"Pemerintah hati-hati. Ada kategorinya dari supply demand. Kriteria yang diutamakan harus ada pengaruh terhadap hajat hidup orang banyak," ucap Febrio dalam video conference, Rabu (13/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Febrio mengatakan sejumlah BUMN terkena dampak dari penyebaran virus corona. Ia mencontohkan, permintaan energi listrik menurun, lalu lintas harian di jalan tol turun, termasuk penumpang pesawat anjlok.
Tak hanya itu, beberapa proyek pembangunan juga ditunda. Alhasil, biaya operasional yang harus dikeluarkan membengkak. Pembayaran beberapa komitmen pemerintah juga terlambat, sehingga likuiditas sejumlah BUMN terganggu.
"Pengambilan mekanisme strategis belum bisa diumumkan siapa saja yang bisa mendapatkan, tapi ada kriteria dan prioritas tadi," katanya.
Sementara, ia juga belum bisa berbicara gamblang mengenai bentuk bantuan yang akan diberikan. Namun, beberapa bentuk bantuan yang dikaji adalah penyertaan modal negara (PMN) dan kompensasi.
Ia memberikan sinyal bahwa pemerintah berpotensi memberikan kompensasi kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Namun, hal itu masih akan dikaji dalam sidang kabinet.
"Apa (kompensasi) termasuk Garuda Indonesia? Bisa saja. Kami rumuskan dulu dan diumumkan BUMN mana saja, caranya bagaimana nanti. Mohon maaf belum bisa jawab detail," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN]
(wel/aud)