Direktur Jenderal Perikanan Tangkap M. Zulficar Mochtar mengatakan, ada kemungkinan penyerapan pasar saat ini tidak optimal. Ikan dapat disimpan di cold storage, lalu kelak dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan Lebaran. Menurutnya, tren selalu meningkat sekitar 20 persen saat jelang Lebaran. Jika stok mencukupi, harga ikan diharapkan tetap stabil.
Terkait kelancaran pengiriman logistik input produksi dan hasil suplai produksi, Zulficar menyebut Menteri Edhy Prabowo telah berkoordinasi dengan Kepala BNPB selaku Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nilanto menyatakan, melalui surat resmi yang ditujukan kepada gubernur, bupati, wali kota seluruh Indonesia, pihaknya mengajak agar produk perikanan digunakan untuk program perlindungan sosial yang dilaksanakan melalui dana APBD. Tujuannya, membantu memenuhi gizi protein hewani masyarakat, penurunan stunting, serta penyerapan hasil tangkapan nelayan dan hasil pembudidaya serta produk UMKM di daerah.
(Foto: Dok.Kementerian Kelautan dan Perikanan) |
KKP juga memantau pasokan dan harga ikan di beberapa sentra produksi, pusat-pusat distribusi, dan pasar-pasar utama melalui kerja sama dengan berbagai pihak, antara lain dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi/Kabupaten/Kota, supplier, pengelola pasar, dan stakeholder lainnya.
Sementara untuk sektor budidaya sendiri, KPP memberi sejumlah stimulus, antara lain berupa bantuan bibit, pakan, serta mengintervensi agar perusahaan pakan menunda kenaikan harga selama masa wabah.
Sejak awal Maret hingga April, KKP menyalurkan 53,1 juta benih kepada pembudidaya, dengan rincian 6,5 juta ekor benih komoditas air tawar, 44,7 juta ekor benih komoditas air payau, dan 1,9 juta ekor benih komoditas air laut. Dalam kurun waktu yang sama, bantuan pakan ikan sebanyak 136 tok digelontorkan untuk pembudidaya ikan di 24 kabupaten atau kota di seluruh Indonesia. (rea)
(Foto: Dok.Kementerian Kelautan dan Perikanan)