Pos terbesar akan dialokasikan untuk permintaan agregat sebesar Rp25 triliun. Dana permintaan agregat akan digelontorkan untuk beberapa kebutuhan.
Salah satunya memberi kupon makanan yang akan dibagikan ke masyarakat kelas menengah secara online.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan sektor pariwisata akan dialokasikan sana sebesar Rp3,8 triliun. Dana digunakan untuk diskon tiket pesawat serta insentif pajak hotel/restoran.
"Harapannya mudah-mudahan (konsumsi) terlihat di kuartal III dan lebih banyak lagi di kuartal IV. Ini bisa dorong konsumsi sebab kuartal I sudah tertekan," ucapnya.
Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan konsumsi rumah tangga pada kuartal I 2020 hanya 2,84 persen. Angka ini terpaut jauh dari periode yang sama tahun lalu, yakni 5,02 persen.
Lebih detail, BPS mencatat komponen yang mengalami kontraksi, yakni pakaian, alas kaki, hingga jasa perawatan hingga minus 3,29 persen. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, komponen ini bertumbuh 4,48 persen.
"Kalau kami lihat, memang konsumsi rumah tangga melambat cukup dalam. Karena porsi dari konsumsi rumah tangga terhadap perekonomian sangat besar, tentu akan sangat mengerek ke bawah (pertumbuhan ekonomi)," tutur Kepala BPS Suhariyanto, Selasa (5/5).
[Gambas:Video CNN]
(wel/age)