Survei Financial Inclusion Insight yang dilakukan Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) merilis jumlah kepemilikan akun perbankan di desa meningkat hampir dua kali lipat dalam kurun waktu 2016 hingga 2018.
Pada periode tersebut, pemerintah baru saja mengubah mekanisme penyaluran bantuan sosial (bansos) dari pengiriman lewat PT Pos Indonesia (Persero) ke perbankan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, hingga 2018, tingkat kepemilikan akun di daerah pedesaan di hampir seluruh provinsi Jawa lebih rendah dari rata-rata nasional kecuali Jawa tengah. Di Jogja, misalnya, persentase kepemilikan akun bank antara kawasan urban dan rural masing-masing 57,8 persen dan 51,6 persen.
Di Banten kepemilikan akun bank di kawasan perkotaan dan pedesaan masing-masing 57,5 persen dan 44,8 persen; sementara di Jawa Barat, kawasan kepemilikan akun di kawasan perkotaan sebesar 51,9 persen dan pedesaan sebesar 46,4 persen.
Terkait kepemilikan akun bank berdasarkan geografi, menurut Edy, tak ada perbedaan yang signifikan antara provinsi di wilayah Timur dan Barat Indonesia.
Namun, terdapat disparitas geografi cukup tinggi daerah tertinggal dan kawasan maju. "Ini merefleksikan kesenjangan yang cukup besar antara masyarakat di bawah dan atas garis kemiskinan," tandasnya.
[Gambas:Video CNN]
(hrf/bir)