Aturan menjaga jarak membuat setiap pengelola restoran harus mengurangi jumlah pelanggan di satu ruangan karena letak meja yang berjauhan. Meja makan antara satu pelanggan dengan pelanggan yang lain kini berjarak minimal dua meter.
Rstoran milik Blaiss Nowak yang berlokasi di Atlanta, Amerika Serikat, sudah mengikuti aturan tersebut sejak dibuka kembali pada akhir April lalu. Kapasitas tempat duduk restoran miliknya kini hanya untuk 24 orang dari semula 60 orang di satu ruangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak akan ada keuntungan buat kami di saat pemberlakuan pembatasan sosial," ucap Nowak seperti dilansir CNN, Senin (18/5).
Sedangkan seorang pemilik bar di Hong Kong, Gagan Gurung mengaku pandemi virus corona berdampak buruk bagi bisnis yang ia jalani. Bar Tell Camellia miliknya kini hanya bisa memuat 15 orang dari kapasitas normal untuk 30 orang.
Selain restoran dan bar yang memilih beroperasi dengan mengikuti aturan physical distancing di tengah pandemi corona, mayoritas bisnis serupa memilih untuk tutup. Bahkan, pendiri dan CEO Union Square Hospitality Group Danny Meyer, mengungkapkan pihaknya sudah merumahkan 2.000 pegawai karena pandemi covid-19.
"Tidak ada minat atau ketertarikan dari saya untuk membuka ruang makan yang hanya setengah dari kapasitas normal, sementara semua orang masih melakukan pengecekan suhu tubuh dan menggunakan masker," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN]
(jal/age)