Walaupun, penurunan tersebut lebih kecil dari proyeksi para analis yang berada di kisaran 1,2 persen. Jepang telah mengalami pelemahan dua kuartal berturut-turut.
Sejak akhir tahun lalu, ekonomi Jepang sudah mulai kontraksi. Negara matahari terbit tersebut sedang memasuki masa pemulihan usai Topan Hagibis yang 'memukul' Jepang dan kenaikan pajak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Learmouth memprediksi angka pertumbuhan ekonomi Jepang akan lebih buruk pada kuartal II 2020. Dia bahkan melihat Jepang bisa turun hingga 12 persen dari kuartal sebelumnya.
Konsumsi swasta yang memiliki kontribusi lebih dari setengah perekonomian Jepang turun 0,7 persen. Penurunan ini sudah terjadi sebelum pemerintah Jepang mengumumkan keadaan darurat nasional dan penutupan ritel.
"Ini hanya puncak gunung es. April dan Mei akan jauh lebih buruk," tegas Learmouth.
Hingga saat ini, Pemerintah Jepang telah mengumumkan paket stimulus sekitar US$1 triliun untuk melindungi ekonomi dari pandemi corona.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 20 persen dari output tahunan Jepang. Pemerintahan Shinzo Abe kemungkinan akan mengumumkan lebih banyak stimulus di akhir Mei.
[Gambas:Video CNN]
(age/bir)