Dilansir CNN.com, Rabu (20/5), Thai Airways mengumumkan pemerintah telah menyetujui proposal terkait restrukturisasi besar-besaran yang akan diawasi Pengadilan Kepailitan Pusat Thailand. Langkah ini diambil untuk mencegah pembubaran perusahaan, dipaksa likuidasi, atau dinyatakan bangkrut.
Kementerian Keuangan Thailand dan bank milik negara tercatat memiliki saham mayoritas di perusahaan penerbangan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya, Thai Airways telah terganggu sebelum pandemi virus corona muncul pertama kali di China pada akhir 2019. Mengacu laporan tahun lalu, maskapai pelat merah ini mengalami kesulitan karena ekonomi global yang melambat, fluktuasi harga minyak, dan persaingan maskapai penerbangan bertarif rendah yang kian ketat.
Thai Airways menjadi maskapai besar berikutnya yang terguncang akibat pandemi virus corona. Sebelumnya, maskapai penerbangan Kolombia Avianca dan Virgin Australia mengajukan kebangkrutan, sementara maskapai penerbangan asal Inggris Flybe gulung tikar pada Maret.
[Gambas:Video CNN]
(jal/bir)