Transaksi dituntaskan hari ini dengan kesepakatan valuasi sebesar 1,63 kali lipat dari nilai buku Permata per tanggal 31 Maret 2020, atau sekitar Rp33,66 triliun (US$ 2.282 juta, Baht 73.722 juta).
Presiden Bangkok Bank Mr. Chartsiri Sophonpanich mengatakan, akuisisi Permata adalah langkah strategis untuk mengakselerasi pertumbuhan perushaan. Permata, dengan aset sebesar Rp167,39 triliun (US$ 11.349 juta, Baht 366.595 juta) memiliki 3,75 juta pelanggan dan 312 cabang di seluruh Indonesia, dinilai akan mengokohkan pijakan Bangkok Bank di Asia Tenggara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Laba Bank Swasta Masih Naik di Tengah Corona |
Ia melanjutkan, investasi Bangkok Bank di Permata akan meningkatkan kontribusi pinjaman internasional terhadap total penyaluran pinjaman Bank dari 17 persen menjadi 25 persen.
Selain itu, investasi Bangkok Bank membuat Permata memiliki peluang untuk memanfaatkan keahlian Bangkok Bank dalam perbankan korporasi dan UKM, jaringan regional yang kuat, serta mengembangkan keahlian produk lintas batas (cross-border) dan sektoral.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak dalam penyelesaian transaksi tersebut. Ia mengatakan, Astra akan tetap melanjutkan fokus pada pertumbuhan bisnis keuangan ritelnya mengingat industri jasa keuangan di Indonesia tetap positif.
"Kami berharap Bangkok Bank dan Permata dapat terus meraih kesuksesan dan dapat melanjutkan kerja sama yang telah terjalin dengan baik antara Grup Astra dan Permata," tuturnya.
Adapun Bill Winters, Group Chief Executive Standard Chartered, mengatakan, pihaknya akan mengubah strategi bisnis di Indonesia dan fokus pada bisnis cabang dengan kepemilikan seutuhnya. "Memindahkan kepemilikan kami ke pemilik baru yang sangat dihormati dan memiliki motivasi tinggi akan memungkinkan Permata untuk melanjutkan pengembangan bisnisnya yang mengesankan," ucapnya.