VP Corporate Communications KCI Anne Purba menjelaskan KCI mulanya hanya menjadwalkan 172 perjalanan untuk operasional terbatas sore ini, dari pukul 16.00-18.00 WIB. Namun rupanya, jumlah penumpang membludak.
Tercatat, jumlah penumpang mencapai 41.810 orang pada pengoperasian sore hari. Jumlah ini lebih padat dari pengoperasian pagi tadi, di mana jumlah penumpang hanya 11.500 orang dari 276 perjalanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Antrian ini membuat petugas stasiun perlu memandu penumpang agar tetap tertib dan menjaga jarak sesuai protokol kesehatan nasional. Selain itu, KCI juga memberlakukan sistem penyekatan pengguna sejak dari pintu masuk hingga masuk ke peron agar penumpang tetap disiplin menjaga jarak.
Tak hanya itu, seluruh kereta juga telah dilengkapi dengan marka untuk menandai posisi pengguna dapat duduk dan berdiri. Hal ini dilakukan guna mencegah penyebarluasan virus corona atau Covid-19.
Bila dibandingkan periode lebaran sebelumnya, jumlah penumpang turun 87,45 persen dari 424.834 orang pada lebaran 2019. Sementara bila dibandingkan lebaran 2018, turun 90,73 persen dari 575.148 orang.
"Pada lebaran kali ini, KRL dominan diisi oleh penumpang musiman yang pergi bersama atau rombongan yang tidak mau dipisahkan untuk pengaturan posisi duduk maupun berdiri," tuturnya.
Kendati begitu, Anne memastikan tidak ada kejadian luar biasa di berbagai stasiun. "Situasi terjaga dan pengguna dengan tertib mematuhi berbagai protokol kesehatan," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN]
(uli/age)