"Pada 15 Juni, kami bermaksud mengizinkan seluruh ritel non-esensial, mulai dari department stores hingga toko-toko independen kecil, untuk kembali buka," kata Johnson kepada media.
Ia juga menekankan bahwa keputusan ini "akan bergantung pada kemajuan situasi pandemi".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seiring dengan penurunan kasus baru itu, Inggris pun berniat membuka kembali pasar terbuka serta sekolah pendidikan dasar menengah pada 1 Juni mendatang, dan sekolah menengah atas pada 15 Juni.
"Saya yakin akal sehat rakyat Inggris akan membantu kami," lanjutnya.
Keputusan Johnson ini datang setelah sebelumnya ia mengatakan karantina wilayah atau lockdown diperpanjang setidaknya hingga 1 Juni yang dimulai dengan pembukaan kegiatan secara bertahap.
Dia merinci tahap pertama pihaknya tetap akan meminta warga untuk bekerja ke lokasi kerja jika tak bisa bekerja dari rumah. Padahal, sikap sebelumnya adalah sebisa mungkin kerja dari rumah.
"Kita sekarang perlu menekankan bahwa siapa pun yang tidak dapat bekerja dari rumah, misalnya mereka yang bekerja dalam konstruksi atau manufaktur, harus didorong secara aktif untuk pergi bekerja," kata Johnson.
Selain itu, ada beberapa pelonggaran pembatasan mulai Rabu (13/5), yang memungkinkan orang berolahraga sepuasnya, berjemur, tetapi hanya di lingkungannya.
"Pada tahap kedua, paling awal pada 1 Juni, setelah setengah semester, kami percaya kami mungkin berada dalam posisi untuk memulai pembukaan kembali pertokoan secara bertahap dan mengizinkan para siswa SD bersekolah, secara bertahap," tuturnya.
Tahap ketiga, lanjutnya, akan dilaksanakan paling awal pada Juli. "Kami berharap membuka kembali setidaknya beberapa industri perhotelan dan tempat-tempat umum lainnya, asalkan mereka aman dan menegakkan jarak sosial," kata dia.
(afp/end)