Boeing Lanjutkan Produksi 737 Max Meski Belum Kantongi Izin

CNN Indonesia | Kamis, 28/05/2020 08:05 WIB
(FILES) In this file photo taken on March 11, 2019 The Boeing Company logo is seen on a building in Annapolis Junction, Maryland. - Boeing announced July 3, 2019it would give $100 million to communities and families affected by two crashes on its 737 MAX planes that claimed 346 lives. Describing the sum as an Boeing memulai kembali produksi 737 Max meski belum mendapatkan lampu hijau dari Administrasi Penerbangan Federal. Ilustrasi. (AFP Photo/Jim Watson).
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan produsen pesawat, Boeing menyatakan akan mulai kembali memproduksi 737 Max, meskipun Lembaga Penerbangan Sipil AS belum memberikan persetujuan bagi pesawat itu untuk kembali mengudara.

Mengutip CNN, Kamis (28/5), pengumuman itu disampaikan perusahaan berbarengan dengan realisasi keputusan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bagi 6.770 pekerja. Rencana PHK perusahaan sudah terdengar sejak April lalu, dimana Boeing berencana mengurangei karyawan di unit penerbangan sipilnya sebesar 10 persen.

Saat ini, Boeing mempekerjakan kurang lebih 16 ribu karyawan di seluruh dunia. Pandemi Covid-19 membuat perusahaan membatalkan atau menunda pengiriman jet baru.


Kondisi ini memaksa perusahaan mengurangi rencana produksi pesawat setidaknya untuk beberapa tahun ke depan. Tak hanya itu, pada Januari lalu Boeing juga harus menghentikan produksi pesawat baru.

Sebelumnya, Boeing tetap memproduksi 737 Max yang merupakan produk terlarisnya. Bahkan, produksi tetap dilakukan setelah 737 Max terpaksa grounded pada Maret 2019 menyusul dua kecelakaan fatal yang menewaskan 346 orang.

Ini menyebabkan lebih dari 400 pesawat tidak dapat dikirim sebelum akhirnya perusahaan memutuskan berhenti produksi pada Januari. Oleh sebab itu, Boeing berharap segera mendapatkan persetujuan terbang kembali untuk 737 Max pada pertengahan tahun ini.

"Tanpa rantai pasok, tidak akan ada artinya bagi kami, sesederhana itu," kata CEO Boeing Dave Calhoun.

Sejak pandemi memukul sektor penerbangan, perusahaan penyewaan pesawat membatalkan 299 pesanan untuk 737 Max. Sedangkan 240 pesawat lainnya mengalami perubahan status pesanan.

[Gambas:Video CNN]
Namun, Boeing masih memiliki lebih dari 3.800 pesanan untuk 737 Max dalam catatan mereka. di buku-bukunya. Sejumlah maskapai disebut mendorong kembali pengiriman 737 Max suatu hari nanti.

Sementara itu rencana produksi 737 Max disambut oleh sejumlah maskapa, salah satunya Southwest, maskapai  penerbangan bertarif rendah Amerika yang berbasis di Dallas, Texas.

Mereka memandang 737 Max lebih unggul dari versi lama. Generasi baru 737 Max membutuhkan lebih sedikit bahan bakar.

"Kami masih ingin mendapatkan 737 Max kembali," ujar CEO Southwest Gary Kelly.

Southwest sendiri memiliki 34 uni pesawat 737 Max, atau lebih banyak dari maskapai lainnya. Boeing sendiri telah selesai memproduksi 25 pesawat 737 Max tambahan yang siap dikirim kepada Southwest.

Awalnya, Southwest berencana menerima pengiriman 107 unir 737 Max pada 2019 hingga 2021. Namun, sejauh ini mereka baru menerima tiga dari pesawat itu karena landasan penuh. Berdasarkan perjanjian dengan Boeing, terdapat pengiriman tidak lebih dari 48 unit sampai akhir 2021, dan menunda 59 pesanan lainnya.

"Kami tidak membutuhkan Max sekarang. Kami tidak membutuhkan semua pesawat yang sudah kami miliki," kata Kelly. (ulf/agt)