Mengutip CNN, Kamis (28/5), pengumuman itu disampaikan perusahaan berbarengan dengan realisasi keputusan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bagi 6.770 pekerja. Rencana PHK perusahaan sudah terdengar sejak April lalu, dimana Boeing berencana mengurangei karyawan di unit penerbangan sipilnya sebesar 10 persen.
Saat ini, Boeing mempekerjakan kurang lebih 16 ribu karyawan di seluruh dunia. Pandemi Covid-19 membuat perusahaan membatalkan atau menunda pengiriman jet baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tanpa rantai pasok, tidak akan ada artinya bagi kami, sesederhana itu," kata CEO Boeing Dave Calhoun.
Sejak pandemi memukul sektor penerbangan, perusahaan penyewaan pesawat membatalkan 299 pesanan untuk 737 Max. Sedangkan 240 pesawat lainnya mengalami perubahan status pesanan.
[Gambas:Video CNN]
Namun, Boeing masih memiliki lebih dari 3.800 pesanan untuk 737 Max dalam catatan mereka. di buku-bukunya. Sejumlah maskapai disebut mendorong kembali pengiriman 737 Max suatu hari nanti.
Sementara itu rencana produksi 737 Max disambut oleh sejumlah maskapa, salah satunya Southwest, maskapai penerbangan bertarif rendah Amerika yang berbasis di Dallas, Texas.
Mereka memandang 737 Max lebih unggul dari versi lama. Generasi baru 737 Max membutuhkan lebih sedikit bahan bakar.
"Kami masih ingin mendapatkan 737 Max kembali," ujar CEO Southwest Gary Kelly.
Awalnya, Southwest berencana menerima pengiriman 107 unir 737 Max pada 2019 hingga 2021. Namun, sejauh ini mereka baru menerima tiga dari pesawat itu karena landasan penuh. Berdasarkan perjanjian dengan Boeing, terdapat pengiriman tidak lebih dari 48 unit sampai akhir 2021, dan menunda 59 pesanan lainnya.
"Kami tidak membutuhkan Max sekarang. Kami tidak membutuhkan semua pesawat yang sudah kami miliki," kata Kelly. (ulf/agt)