Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, mata uang Garuda sempat menguat hingga Rp14.670 per dolar AS dan stabil di Rp14.700 per dolar AS hingga hari ini. Padahal, nilai tukar rupiah sempat anjlok ke level Rp16 ribu per dolar AS pada Maret lalu.
"Ini meyakinkan kita bahwa rupiah ke depan akan terus alami penguatan menuju level atau tingkat sesuai fundamentalnya," ujar Perry dalam video conference, Kamis (28/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terus masuknya aliran modal masuk portofolio di Surat Berharga Negara (SBN) perkuat rupiah dan imbal hasil dari SBN yang menarik itu juga mendukung stabilitas rupiah ke arah yang fundamental," ujarnya.
Sementara itu, kurs rupiah pada perdagangan pasar spot Kamis (28/5) sore, bertengger di posisi Rp14.715 per dolar AS, melemah 5 poin atau 0,03 persen dari perdagangan hari sebelumnya (27/5) Rp14.710 per dolar AS.
[Gambas:Video CNN]
Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.769 per dolar AS atau melemah dari sebelumnya, Rp14.761 per dolar AS.
Pergerakan rupiah sejalan dengan mata uang lainnya di Asia. Tercatat, won Korea Selatan minus 0,41 persen, peso Filipina 0,08 persen, dan rupee India 0,06 persen.