Ia mengatakan penurunan pendapatan tersebut salah satunya disebabkan oleh penerimaan pendapatan yang seret. Catatannya, virus corona akan membuat penerimaan pajak di DKI Jakarta akan turun dari Rp50,17 triliun menjadi tinggal Rp22,5 triliun.
"Belum pernah di dalam sejarah Pemprov DKI Jakarta, kami mengalami penurunan pendapatan sebesar ini, lebih dari Rp40 triliun," katanya dalam pernyataan yang disampaikan melalui video, Jumat (29/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upaya tersebut dilakukan karena pihaknya membutuhkan anggaran besar untuk menangani dampak virus corona. Pasalnya, anggaran penanganan yang semulai diperkirakan hanya akan mencapai Rp188 triliun, kini telah membengkak menjadi Rp5 triliun.
Meskipun melakukan pemangkasan besar-besaran, Anies memastikan dirinya akan tetap mempertahankan anggaran sebesar Rp4,8 triliun untuk bantuan masyarakat miskin.
"Program yang terkait dengan bantuan rakyat prasejahtera akan tetap dipertahankan. Anggaran Rp4,8 triliun untuk rakyat sejahtera tidak diubah," katanya.
[Gambas:Video CNN]
(dmi/agt)