Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus naik tipis US$0,48 atau 1,3 persen ke US$38,32 dolar AS per barel.
Minyak pada awal pekan mendapatkan tekanan dari peningkatan ketegangan hubungan antara AS dengan China. Tekanan meningkat setelah China memperingatkan akan melakukan pembalasan atas langkah AS di Hong Kong.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga minyak mendapat dukungan setelah berita bahwa Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia, yang dikenal sebagai OPEC+, bergerak lebih dekat ke kompromi pada perpanjangan pemotongan produksi minyak dan sedang membahas perpanjangan pembatasan satu hingga dua bulan.
Aljazair, yang memegang jabatan presiden OPEC telah mengusulkan agar OPEC+ memajukan pertemuan dari yang awalnya akan dilaksanakan pada 9-10 Juni menjadi 4 Juni.
OPEC+ sepakat pada April untuk memangkas produksi sebesar 9,7 juta barel per hari untuk Mei dan Juni karena pandemi COVID-19 merusak permintaan. Cadangan di Cushing, Oklahoma, turun menjadi 54,3 juta barel dalam seminggu yang berakhir 29 Mei, kata para pedagang, mengutip laporan Genscape pada Senin (1/6) kemarin.
Bank of America mengatakan pada Senin (1/6/2020) bahwa mereka percaya bahwa penutupan minyak Amerika Utara memuncak pada Mei. "Harga minyak telah menguat ke tingkat di mana penutupan tidak lagi masuk akal dan seharusnya benar-benar mendorong produsen untuk segera mengembalikan produksi," menurut laporan BofA Global Research.
[Gambas:Video CNN]
(antara/agt)