Namun, ia memprediksi kondisi tersebut tidak akan terjadi pada masyarakat kelas menengah ke atas yang dinilai memiliki kekuatan lebih untuk bertahan.
"Dana di bank sebagian akan digunakan untuk operasional, ini yang harus diperhatikan bank di era new normal," ujarnya dalam diskusi virtual, Selasa (2/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam situasi ini, kata dia, bank juga melakukan berbagai upaya efisiensi serta fokus pada fee based income (pendapatan berbasis komisi). Sebab, pendapatan bank akan berkurang karena banyaknya restrukturisasi kredit.
Pelonggaran kredit ini sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada debitur terdampak pandemi. Hingga Maret, ia menilai kondisi perbankan masih menunjukkan kinerja yang baik. "Restrukturisasi diperkirakan antara 15-25 persen dari total kredit," imbuhnya.
Dengan demikian, ia khawatir para debitur belum bisa memenuhi kewajiban mereka hingga batas waktu tersebut.
"Peran asosiasi penting karena yang bisa suarakan kondisi industrinya untuk mendapatkan perhatian pemerintah," tandasnya.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/bir)