Hal ini dikarenakan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang semakin meluas di sejumlah daerah.
"Kalau melihat dari sisi kuartal I 2020, kemungkinan kuartal II 2020 akan lebih berat. Kami melihat pertumbuhan ekonomi akan masuk dalam skenario yang lebih rendah dari skenario berat. Artinya, bisa lebih rendah dari 2,3 persen. Artinya, mendekati 1 persen," ujarnya dalam video conference, Rabu (3/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2020 hanya 2,97 persen. Realisasi ini jatuh dari tren laju ekonomi nasional yang di kisaran 5 persen.
Oleh karena itu, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp677,2 triliun untuk penanganan penyebaran virus corona di Indonesia. Sebagian besar dana atau sebesar Rp589,65 triliun akan digunakan untuk program pemulihan ekonomi nasional.
[Gambas:Video CNN]
(aud/bir)