Berdasarkan pantauan, saham Summarecon Agung dibuka menguat dari penutupan kemarin yang di level Rp535 ke Rp545 per saham. Tren harga saham emiten berkode SMRA ini terus naik ke level Rp590 pada jeda perdagangan siang.
Dengan penguatan tersebut, saham Summarecon Agung sudah naik 26,11 persen dalam sepekan. Kemudian, saham Ciputra Development dibuka menguat dari penutupan kemarin di level Rp665 menjadi Rp685 per saham.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sepekan, saham Nusantara Almazia naik 5,3 persen Tak hanya saham sektor properti, saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) sebagai penyedia pembiayaan KPR ikut terbang.
Saham BTN dibuka menguat dari penutupan kemarin di level Rp1.010 menjadi Rp1.030 per saham. Tren harga saham bank pelat ini terus terjaga di posisi Rp1.030 hingga jeda perdagangan.
Dalam sepekan, saham Ciputra Development naik 28,21 persen. SVP Research Kanaka Hita Solvera Janson Nasrial menilai penguatan saham sektor properti tersebut ditopang sentimen positif pembukaan ekonomi.
[Gambas:Video CNN]
"Reopening ekonomi membuat sektor properti berjalan kembali, walau hanya seperempat kapasitas berhubung adanya penyesuaian norma baru terkait Covid-19," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.
Selain itu, sektor properti mendapatkan angin segar dari program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Namun, sentimen Tapera tidak terlalu signifikan pada sektor properti.
Sebagai informasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tapera pada 20 Mei lalu. Dengan aturan tersebut nantinya, gaji pekerja akan dipotong sebesar 2,5 persen untuk iuran simpanan Tapera.
"Tapera sedikit pengaruhnya karena permintaan masih lemah," imbuhnya.
Di samping itu, ia menilai valuasi saham sektor properti cenderung turun tajam dari level psikologisnya. Imbasnya, saham sektor properti menjadi incaran para manajer investasi untuk memperbaiki portfolio mereka.
Senada, Pendiri LBP Institute Lucky Bayu Purnomo menilai sentimen Tapera memberikan sentimen positif meskipun sangat minim kepada sektor properti. Pasalnya, Tapera merupakan program jangka panjang.
Pemerintah sendiri menargetkan penarikan iuran simpanan Tapera baru dimulai bertahap pada 2021 mendatang. "Jadi, sektor properti menguat karena IHSG sedang mendekati level psikologisnya ke angka 5.000," ujarnya.
(ulf/agt)