Rupiah melemah bersama peso Filipina minus 0,18 persen, yuan China minus 0,04 persen, dan baht Thailand minus 0,02 persen. Sementara dolar Hong Kong dan rupee India stagnan.
Sedangkan ringgit Malaysia menguat 0,27 persen, won Korea Selatan 0,24 persen, yen Jepang 0,12 persen, dan dolar Singapura 0,03 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini membuat tingkat pengangguran yang semula diperkirakan akan tembus 14,7 persen, kini hanya sekitar 13,3 persen. Data yang positif memberikan keyakinan pasar bahwa aktivitas ekonomi mulai membaik meski pandemi virus corona atau Covid-19 masih berlangsung.
"Sentimen positif masih akan mendorong penguatan aset-aset berisiko. Pasar masih berekspektasi positif terhadap upaya pembukaan ekonomi di negara-negara pandemi yang lain," ujar Ariston kepada CNNIndonesia.com.
Sentimen lain, berasal dari kelanjutan ketegangan AS dan China. Namun, kedua negara belum mengambil keputusan terbaru, sehingga pelaku pasa masih cukup tenang untuk mengambil kesempatan berinvestasi di aset berisiko.
[Gambas:Video CNN]
(uli/agt)