Mengutip CNN, Selasa (9/6), Bank Dunia memprediksi resesi ekonomi global tetap terjadi meskipun sejumlah negara telah membuka kembali aktivitas perekonomian.
Bank Dunia juga meramal kejatuhan ekonomi tetap terjadi meskipun semua negara mengeluarkan dukungan kebijakan fiskal dan moneter yang belum pernah terjadi sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bank Dunia memastikan kuartal II 2020 akan menjadi kondisi yang terburuk bagi negara di kawasan Barat. Sedangkan, sebagian besar negara di Asia telah merasakan beban dari pandemi ini sejak awal tahun.
Ironisnya, resesi diprediksi lebih buruk jika pengendalian pandemi covid-19 membutuhkan waktu lebih lama dari yang diharapkan. Resesi juga diprediksi lebih buruk apabila sejumlah perusahaan bangkrut akibat tekanan finansial.
Sebab, pada saat yang bersamaan harga minyak mentah global tersungkur pada April lalu. Meskipun, saat ini harga minyak mentah mulai bangkit akibat pembukaan ekonomi secara perlahan.
Dampak negatif pandemi juga diyakini membuat tingkat investasi lebih rendah dan perdagangan global terkikis. Selain itu, jutaan orang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Pandemi covid-19 telah menginfeksi sekitar 7 juta orang di seluruh dunia, sehingga membuat banyak negara meminta warganya tetap tinggal di rumah untuk menekan angka penularan. Imbasnya, aktivitas ekonomi tak bergerak.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/bir)