Padahal, satu hari sebelumnya, negara-negara produsen minyak (OPEC) bersama sekutu atau OPEC+ sepakat memperpanjang pemangkasan produksi hingga 9,7 juta barel per hari, yang berhasil mengangkat harga naik di tengah jatuhnya permintaan karena pandemi virus corona.
Mengutip Antara, Selasa (9/6), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus turun US$1,50 atau 3,6 persen menjadi US$40,80 per barel di London ICE Futures Exchange. Angka turun ini pertama kalinya setelah sepekan terakhir harga minyak terus menerus menanjak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terlalu bagus menjadi kenyataan untuk memangkas hampir 11 juta barel per hari selama sebulan," kata Analis Rystad Energy, Bjornar Tonhaugen.
Sementara itu, produsen minyak AS telah membuka kembali sumur yang ditutup karena harga telah rebound.
"Produksi AS kembali ke pasar, dan ada spekulasi bahwa kenaikan besar di Saudi (harga) akan membunuh margin penyulingan yang sudah kesulitan di Asia," terang Direktur Berjangka Energi Mizuho Bob Yawger di New York.
Pembelian minyak China, importir minyak mentah terbesar di dunia, mencapai rekor tertinggi 11,3 juta barel per hari pada Mei.
[Gambas:Video CNN]
(bir)