Dikutip dari AFP, The Fed memperkirakan angka pengangguran AS akan turun menjadi 9,3 persen dari 13,3 persen saat ini.
"Pandemi virus corona menyebabkan krisis manusia dalam hal kesehatan dan ekonomi yang luar biasa di seluruh Amerika Serikat dan di seluruh dunia," ujar pernyataan The Fed, Rabu (10/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan bank sentral telah memangkas suku bunga menjadi nol pada Maret dan telah 'memompa' triliunan dolar ke dalam perekonomian di tengah krisis akibat pandemi corona.
The Fed memperkirakan rebound pada 2021, dengan pertumbuhan ekonomi 5 persen yang kemudian akan melambat menjadi 3,5 persen pada 2022. Powell mengatakan dilihat secara historis pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2020 akan melemah tetapi pemulihan akan terlihat pada akhir 2020.
Sebenarnya The Fed telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) ke kisaran 1 persen-1,25 persen. Hal itu merupakan langkah darurat pertama bank sentral dalam menjaga ekonomi AS setelah virus corona mewabah.
Pihak The Fed menyatakan suku bunga yang rendah diharapkan dapat menarik lagi kepercayaan pasar, sehingga kinerja sektor keuangan tetap terjaga. Selain memangkas suku bunga acuan, The Fed juga mengucurkan dana untuk membeli sejumlah instrumen yang diterbitkan perbankan.
Bank sentral berharap perbankan dapat membantu industri dengan intervensi tersebut. Tak hanya itu, The Fed juga menghapus persyaratan cadangan perbankan.
[Gambas:Video CNN]
(afp/age)