Dari kantor di Sydney, Australia, Iwan membeberkan tiga prinsip yang ia gunakan sampai sekarang. Disingkat sebagai 3C, yakni Chemistry atau kecocokan, Character, serta Capacity.
"Chemistry itu kecocokan Anda dengan dia. Biasanya kalau orang partner-an jangan cepat-cepat jatuh cinta pada first sight, gitu. Prinsipnya adalah berteman dulu selama berbulan-bulan, bertahun-tahun, baru partner-an," kata pendiri dan CEO Crown Group itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cari teman yang skill-nya melengkapi kita. Bukan menyaingi kita. Jangan mencari partner yang kapasitasnya competing with you. Cari yang completing with you. Kalau dengan kapasitas sama, apa pun yang saya bilang baik, belum tentu dia bilang baik," ungkap Iwan.
Dalam kesempatan yang sama, Iwan menuturkan pengalamannya mengalami pasang surut dalam berbisnis. Pria kelahiran Surabaya yang telah berkecimpung di dunia properti selama beberapa dekade itu mengaku membaca buku karya W. Chan Kim dan R. Mauborgne dari Harvard Business Review Press berjudul BLUE OCEAN STRATEGY: How to Create Uncontested Market Space and Make the Competition Irrelevant.
Dari sana, ia kemudian memilih fokus pada kekuatan dan value baru, serta tidak terpancing bloody competition di market terkait harga. Di masa pandemi Covid-19 saat ini, Iwan mengatakan Crown Group menerapkan cara pemasaran baru yang terbukti berhasil, yaitu dengan 360° Videos dan Virtual Tour. (rea)