Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan kenaikan belanja bansos sudah sesuai dengan pola yang diharapkan pemerintah.
"Belanja bansos mengalami kenaikan tinggi karena untuk bantuan sosial ke masyarakat yang terdampak Covid-19," ujarnya melalui paparan virtual, Selasa (16/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, bansos untuk perlindungan sosial seperti program keluarga harapan (PKH) sebesar Rp19,5 triliun, turun tipis dari Rp19,6 triliun di Mei 2019.
Pemerintah juga mengalokasikan belanja bansos untuk pemberdayaan sosial senilai Rp1,3 triliun, serta rehabilitasi sosial dan penanggulangan bencana masing-masing Rp100 miliar.
Belanja bansos disalurkan melalui beberapa kementerian. Data Kementerian Keuangan menyebutkan alokasi bansos paling besar yakni pada Kementerian Sosial mencapai Rp45,5 triliun. Jumlah itu naik 69,3 persen dari Mei tahun lalu yakni Rp26,9 triliun.
Kemudian, Kementerian Kesehatan sebesar Rp24,3 triliun dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebesar Rp8,6 triliun.
(ulf/agt)