Studi: Pekerja Perempuan Lebih Rentan Kena PHK saat Corona

CNN Indonesia | Rabu, 24/06/2020 18:32 WIB
Petugas kesehatan mengambil sampel darah pekerja saat tes diagnostik cepat (rapid test) COVID-19 di sebuah pabrik rokok di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (27/5/2020). Rapid test yang dilakukan terhadap 890 pekerja di pabrik rokok tersebut dimaksudkan untuk mencegah penyebaran COVID-19 menyusul ditemukannya seorang pekerja terkonfirmasi positif COVID-19 di pabrik rokok tersebut. ANTARA FOTO/Siswowidodo/foc. Studi SMERU menyebut sektor usaha penyedia akomodasi dan makanan dan minuman disebut rentan di era corona. Padahal, sektor ini didominasi oleh pekerja perempuan. (ANTARA FOTO/Siswowidodo).
Jakarta, CNN Indonesia --

Hasil riset The SMERU Research Institute menyatakan pekerja perempuan lebih rentan kehilangan pekerjaan di tengah pandemi virus corona atau covid-19. Kehilangan pekerjaan bisa berupa dirumahkan hingga menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK). 

"Krisis akibat pandemi covid-19 berpotensi makin menekan tingkat partisipasi kerja perempuan," ungkap riset seperti dikutip pada Rabu (24/6). 

Riset menjelaskan potensi pekerja perempuan kehilangan pekerjaan cukup besar karena mereka mendominasi porsi kerja di sektor usaha penyedia akomodasi, makanan, dan minuman. Sementara, sektor usaha tersebut merupakan salah satu sektor yang rentan kehilangan pekerjaan di era corona. 


Sektor penyedia akomodasi, makanan, dan minum rentan karena pertumbuhannya negatif pada kuartal I 2020. Hasil riset mencatat pertumbuhan sektor ini minus 3,54 persen pada tiga bulan pertama tahun ini. 

Padahal, sektor ini menempati posisi keempat sebagai usaha yang banyak menyerap tenaga kerja di Indonesia. Porsinya mencapai 6,69 persen dari total pekerja di Indonesia. 

Serapan pekerja sektor ini kalah dari pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 27,46 persen, perdagangan 19 persen, serta industri pengolahan 14,88 persen dari total jumlah pekerja di Tanah Air. 

Selain dari sektor penyedia akomodasi, makanan, dan minuman, pekerja perempuan juga rentan kehilangan pekerjaan di sektor jasa lainnya. Tercatat, sektor usaha ini juga tumbuh negatif 1,19 persen pada kuartal I 2020. 

Sementara itu, porsi serapan tenaga kerja dari sektor ini berkisar 4,09 persen dari total pekerja nasional. 

"Porsi perempuan yang bekerja di sektor jasa lainnya dan penyedia akomodasi, makanan dan minuman lebih besar daripada laki-laki, sehingga peluang perempuan di-PHK atau dirumahkan pun cukup besar," tulis riset. 

Secara keseluruhan, hasil riset menyatakan pekerja yang rentan kehilangan pekerjaan berasal dari enam sektor usaha di tengah pandemi corona. Enam sektor tersebut, yaitu penyedia akomodasi serta makanan dan minuman, perdagangan, transportasi dan pergudangan,  konstruksi, industri pengolahan, serta jasa lainnya.

[Gambas:Video CNN]



(uli/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK