Jokowi: RI Naik Kelas Menengah Atas Jadi Peluang untuk Maju

CNN Indonesia | Jumat, 03/07/2020 17:02 WIB
Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Jateng, Selasa (30/6) Presiden Jokowi menyatakan kenaikan status Indonesia menjadi kategori negara berpendapatan menengah atas merupakan sebuah peluang besar untuk maju.(Laily Rachev - Biro Setpres).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan kenaikan status Indonesia menjadi kategori negara pendapatan menengah atas (upper middle income) merupakan sebuah peluang besar.

Dari laporan Bank Dunia 1 Juli lalu, Indonesia diketahui naik peringkat dari negara pendapatan menengah (middle income) menjadi negara menengah ke atas.

"Kenaikan status ini harus disyukuri dan perlakukan sebagai sebuah peluang agar Indonesia bisa terus maju melakukan lompatan kemajuan," ujar Jokowi saat menyampaikan pidato virtual dalam Peringatan 100 Tahun ITB yang diunggah di akun Youtube ITB, Jumat (3/7).


Mantan gubernur DKI Jakarta itu menyebut saat ini Gross National Income (GNI) per capita Indonesia telah naik dari US$ 3.840 menjadi US$ 4.050.

Jokowi menargetkan agar Indonesia bisa berhasil menjadi negara dengan penghasilan tinggi dan keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap).

"Kita harus berhasil menjadi negara berpenghasilan tinggi dan keluar dari middle income trap," katanya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyampaikan bahwa saat ini Indonesia menghadapi tantangan besar berupa disrupsi dan hiperkompetisi. Persaingan antarnegara yang semakin ketat, kata dia, juga menuntut agar Indonesia semakin cepat, fleksibel, dan terus berinovasi.

"Untuk itu, Indonesia harus digerakkan semangat juang yang tinggi. Dipandu akhlak mulia dan jiwa pengabdian kepada bangsa dan negara dan dibarengi ilmu pengetahuan dan teknologi," ucap Jokowi.

Diketahui, Bank Dunia membuat klasifikasi negara berdasarkan GNI per capita dalam empat kategori. Yakni, low income (US$1.035), lower middle income (US$1.036-US$4.045), upper middle income (US$4.046-US$12.535), serta high income (di atas US$12.535).

Bank Dunia menggunakan klasifikasi ini sebagai salah satu faktor untuk menentukan suatu negara memenuhi syarat menggunakan fasilitas dan produk, termasuk loan pricing (harga pinjaman).

[Gambas:Video CNN]



(psp/age)